Iniloh Jenis Lampu Pengganti Sinar Matahari, Mau Tau Apa Saja!

Lampu Pengganti Sinar Matahari

Pada saat teknologi yang sudah semakin maju, semua jenis aktivitas berkebun menjadi lebih gampang dan dapat dilaksanakan di mana saja. Sebagai contoh, di salah satu stasiun pengawasan di Kutub Selatan berdiri sebuah kebun sayur dengan sistem hidroponik. Apabila kendalanya berupa sinar matahari, jangan khawatir! Sekarang ini sudah ada jenis lampu pengganti sinar matahari untuk berkebun.

Teknologi lampu pengganti sinar matahari untuk berkebun dinamakan lamp ponic. Pada buku Urban Farming Bertani Kreatif Sayur, Hias, dan Buah dijelaskan secara detail bagaimana perkembangan urban farming yang sudah mendunia hingga bermacam-macam teknologi yang dapat membantu masyarakat untuk memulai berkebun, bahkan berkebun bisa dilakukan di dalam ruangan (indoor). Salah satu yang dibahas adalah lampu untuk berkebun. Berikut beberapa lamp ponic yang dapat Anda gunakan.

Compact Flourescent Light (CFL’s)

CFL mengeluarkan efek flourescent yang cukup besar, tetapi dapat bekerja sangat baik pada space (ruang) yang kecil karena jenis lampu ini tidak menghasilkan banyak panas atau tidak menggunakan daya listrik. Untuk pembuahan dan pembungaan, penggunaan 2.700 K bola lampu sudah mampu memberikan hasil yang terbaik.

Baca Juga:
Teknik Jitu Memelihara Bibit Saat Urban Farming, Penasaran!
8 Syarat Ideal Dalam Beternak Burung Puyuh, Apa Saja Itu?
Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!

Metal Halide Bulbs (MH)

MH merupakan tipe pencahayaan buatan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat yang melakukan urban farming dan memang sudah direkomendasikan oleh para pekebun. MH merupakan tipe pencahayaan buatan yang mampu memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

High Output Flourescent

Lampu jenis HOF ini mampu menghasilkan energi panas dalam jumlah yang sangat kecil sehingga bisa dilekatkan dekat dengan tanaman. Jenis pencahayaan yang satu ini sangat bagus untuk membantu benih yang sedang disemai dan perbanyakan yang dilaksanakan secara klonal. Akan tetapi, kurang baik bila dipakai untuk menumbuhkan tanaman supaya menjadi lebih tinggi.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

LED Grow Lights

Penggunaan LED cukup baik untuk menyinari tanaman. LED memiliki sifat yang sama seperti flourescent, yakni cenderung menghasilkan panjang internoda yang lebih kompak, tanaman yang lebih pendek tetapi batangnya lebih tegar.

LED juga dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman yang dilakukan secara vegetatif. Pembuahan dan pembungaan memang terlihat lebih lambat dibandingkan dengan penggunaan MH dan HPS. Namun, tanaman menjadi lebih sehat dan proses pertumbuhan sebenarnya dikatakan normal.

High Pressure Sodium Bulbs (HPS)

HPS dikenal dengan spektrum merah dan kuning yang tinggi. Kedua spektrum ini sangat disukai oleh tanaman untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. HPS menjadi sangat berfungsi saat digunakan bersamaan dengan metal halide.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Iniloh Jenis Lampu Pengganti Sinar Matahari, Mau Tau Apa Saja!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Teknik Jitu Memelihara Bibit Saat Urban Farming, Penasaran!

Cara Perawatan Saat Urban Farming

Meskipun urban farming memiliki konsep yang sedikit berbeda dengan perkebunan konvensional, untuk memulai penanaman tetap harus diawali dengan menyemai bibit. Bibit persemaian harus dirawat agar tumbuh dengan baik. Memelihara bibit meliputi penyiraman, penjarangan bibit, serta pencegahan hama dan penyakit.

Lama penyemaian bibit tergantung dengan jenis tanaman yang dipilih. Untuk tanaman mentimun, kubis, dan melon biasanya sudah berkecambah setelah 2—3 hari. Sementara, untuk tanaman cabai keriting, terong, dan tomat baru berkecambah setelah 3—7 hari. Berikut cara memelihara bibit yang benar.

Penyiraman

Penyiraman benih harus dilakukan dengan secukupnya jika media sudah terlihat agak mengering. Sebaiknya, lakukan penyiraman dengan sprayer kecil agar benih tidak acak-acakan terkena air yang disiramkan terlalu banyak.

Jika terlalu banyak diberikan air, benih akan susah berkecambah. Bahkan, dapat menyebabkan benih tidak berkecambah karena akarnya membusuk. Umumnya, penyiraman dilakukan sebanyak 1—2 kali sehari pada pagi atau sore hari, bergantung pada kondisi media tanam. Jika media tanam lembap, penyiraman cukup dilakukan sebanyak satu kali.

Baca Juga:
8 Syarat Ideal Dalam Beternak Burung Puyuh, Apa Saja Itu?
Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!
Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil

Pemindahan Benih ke Pot Kecil

Di hari ke 7—10 biasanya benih sudah tumbuh terlalu rapat. Benih tersebut sebaiknya dipindahkan ke dalam pot atau polibag kecil (disapih) agar pertumbuhannya normal. Tanaman yang disapih bisa langsung ditanam di pot kecil. Pemindahan dapat dilakukan pada 1—3 minggu.

Melindungi Benih dari Hama dan Penyakit

Benih dalam persemaian rentan terkena serangan hama dan penyakit. Hama yang biasanya menyerang adalah siput, belalang, ulat, thrips, dan ayam. Penyakit yang biasanya menyerang adalah busuk batang, busuk daun, dan layu.

Cara mencegah benih dari serangan hama dan penyakit adalah dengan menjaga media semai tetap pada tingkat kelembapan yang wajar. Jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida atau insektisida yang sesuai.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Jemur Benih

Saat benih muda sudah terlihat keluar dari polibag atau wadah lainnya, pindahkan media semai di bawah sinar matahari pagi. Benih muda sebaiknya dijemur selama kurang lebih 2 jam, lalu tempatkan kembali di bawah naungan untuk menghindari sinar matahari langsung.

Pindahkan Benih ke Pot

Bila benih sudah tumbuh setinggi 10 cm atau sudah memiliki 3—4 helai daun, pindahkan benih ke dalam pot dengan hati-hati, jangan sampai akar benih rusak. Pastikan kelembapan benih terjaga dengan menyemprotkan air ke dalam media tanam.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Teknik Jitu Memelihara Bibit Saat Urban Farming, Penasaran!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!

 

Tips Budidaya Cabai

Ketika musim penghujan datang, banyak petani akan menanam cabai. Sebab, menanam cabai memang lebih baik dilakukan pada musim hujan. Namun, sebelum mulai menanam cabai, Anda harus perhatikan lokasi lahan yang akan digunakan karena menanam cabai di musim hujan juga memiliki rintangan besar. Simak ulasan lebih lengkap di bawah ini.

1. Lokasi Penanaman Bukan Lahan Bekas Tanaman Solonaceae

Tidak semua lahan bekas bisa digunakan untuk menanam pohon cabai di musim hujan. Lahan bekas menanam tanaman solonaceae seperti kentang, tomat, terung, dan sebagainya, tidak baik digunakan untuk menanam pohon cabai.

Lokasi bekas tanaman padi, kedelai, kacang hijau, buncis, jagung, kubis bunga, dan semangka dapat digunakan untuk menanam cabai di musim hujan. Lokasi lahan juga lebih baik jauh dari kebun cabai lainnya, kebun terung, dan kebun tomat. Hal ini untuk menghindari serangan hama dan penyakit dari tanaman lain.

2. Lokasi Harus Mendapat Penyinaran Optimal

Pohon cabai sangat membutuhkan penyinaran cahaya matahari yang baik. Oleh karena itu, penanaman cabai sebaiknya dilakukan di daerah yang terbuka dan tidak terlindung dari tanaman besar, seperti pohon kelapa, bambu, atau cengkih. Hindari lokasi yang berdekatan dengan sungai besar atau berada pada lahan cekung yang berpotensi untuk tergenang banjir saat hujan lebat.

Baca Juga:
Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil
Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung

3. Lokasi Mudah Dijangkau

Cabai merupakan tumbuhan yang harus dipelihara secara intensif sehingga aliran sarana produksi ke lahan harus mudah dan cepat agar ketika terjadi suatu masalah dalam masa perawatan dapat tertangani dengan baik. Selain itu, memudahkan petani untuk memelihara pohon secara intensif. Lokasi yang mudah dijangkau membuat ongkos produksi menjadi lebih hemat.

4. Lokasi Tanah Kebun Tidak di Tanah Liat dan Masam

Anda harus menghindari tanah grumosol dan podzlik merah kuning yang sangat liat/lengket untuk digunakan sebagai lahan perkebunan cabai. Pasalnya, tanah tersebut sangat rapat sehingga pembuangan air hujan akan sukar, terlebih saat hujan sedang terus-menerus akan menimbulkan potensi banjir.

Gunakan tanah latosol cokelat, andosol, dan jenis tanah lainnya yang mampu membuang bekas air hujan sehingga meminimalisir potensi banjir. Derajat kemasaman (pH) tanah akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi cabai, pada musim hujan hindari tanah yang memiliki pH kurang dari 6. Derajat kemasaman yang tepat untuk cabai di musim hujan berkisar pH 6,0—6,5.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

5. Lokasi Berada di Ketinggian 200—600 mdpl

Lokasi ideal menanam cabai adalah sekitar 200—600 mdpl. Jika lokasi berada pada dataran yang cukup tinggi, pertumbuhan tanaman akan terganggu karena mudah terserang penyakit. Kabut yang turun menyelimuti tanaman akan membuat tingkat kelembapan tinggi dan mudah mengundang hama dan penyakit.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil

Cara Menanam Hidroponik

Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang tidak membutuhkan tanah sebagai media untuk tumbuh. Sebenarnya, teknik ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Agar teknik hidroponik Anda berhasil, perhatikan beberapa faktor penting berikut.

Cahaya

Tanaman yang ditanam secara hidroponik pada dasarnya sama dengan tanaman yang ditanam dengan cara biasa yang membutuhkan waktu pencahayaan selama 8 hingga 10 jam. Jika tempat budidaya memiliki intensitas cahaya yang rendah, penyinaran dapat dilakukan dengan lampu yang berintensitas tinggi seperti high pressure sodium lamps.

Air

Untuk mengairi tanaman pada hidroponik, hindari pemakaian air yang mengandung klorin. Air yang paling direkomendasikan untuk digunakan adalah air hujan. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan air yang difiltrasi. Kedua jenis air tersebut baik untuk hidroponik karena mengandung electrical conductivity sebanyak 15—60.

Suhu

Suhu yang baik untuk tanaman adalah yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah.

Baca Juga:
Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif

Udara

Udara yang dibutuhkan untuk teknik hidroponik berkisar 6 ppm oksigen terlarut atau Dissolved oxygen. Untuk menjaga kandungan oksigen dalam air, Anda dapar menggunakan pompa air dan kerikil akuarium untuk aerasi air dan melarutkan nutrisi.

Tingkat pH

Kadar keasaman yang ideal untuk teknik hidroponik antara 5,8 hingga 6,8. pH merupakan faktor yang sangat penting untuk keberlangsungan tumbuhan. Jika kadar pH di bawah kisaran standar pH optimal, tanaman tidak akan menyerap nutrisi yang terlarut. Meskipun ukuran keasaman pH masing-masing tanaman berbeda, umumnya kisaran pH yang normal antara 5,8—6,8.

Pengukuran tingkat pH wajib dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. pH sangat bergantung pada kadar suhu, evaporasi, dan pencahayaan. Untuk melakukan pengukuran tingkat pH, Anda dapat menggunakan kertas litmus. Meskipun hasil yang diberikan tidak terlalu presisi, kertas litmus mampu menggambarkan kisaran pH air.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Jika pH terlalu tinggi, Anda dapat menggunakan larutan yang bersifat asam seperti asam nitrit, vinegar, atau asam citrus untuk menurunkan kadar pH. Sebaliknya, jika ingin meningkatkan pH, Anda dapat menggunakan Potassium hydroxide.

Nutrisi

Pupuk yang digunakan tumbuhan hidroponik sangat berbeda dengan pupuk untuk tanaman yang ditanam di tanah. Pupuk yang digunakan harus memiliki sifat mudah larut dalam air dan tidak menyisakan sedimen. Penggantian air secara rutin sangat dianjurkan untuk mendapatkan pertumbuhan yang normal.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik

Aquaponik Kuy

Kelebihan atau keunggulan dari akuaponik memang terletak pada produk yang dipanen bisa berupa dua jenis komoditas pangan, yaitu sayuran dan ikan. Contohnya saja, Anda bisa memanen kangkung bersamaan dengan ikan lele. Akan tetapi, seperti proses budidaya pada umumnya, memanen sayuran dan ikan akuaponik juga harus memerhatikan beberapa hal. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat panen.

Waktu Panen

Setiap jenis sayuran mempunyai waktu panen yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting untuk memerhatikan jenis sayuran yang akan ditanam. Apabila sayuran dipanen ketika sudah berumur tua, sayuran sudah tak enak untuk dikonsumsi karena sayuran akan menjadi keras. Akan tetapi, bila tanaman dipanen ketika masih muda, ukuran sayuran akan lebih kecil karena pertumbuhannya belum maksimal.

Panen akan lebih baik bila dilaksanakan pada pagi hari ketika kondisi sayuran masih segar. Perkiraan panen jenis sayuran yang umumnya dipakai dalam akuaponik sebagai berikut.

* Caisin 12 hari
* Bayam hijau 14 hari
* Kangkung 14 hari
* Pakcoy green 19 hari

Baca Juga:
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada

Cara panen

Untuk memulai cara panen Akuaponik bisa Anda laksanakan dengan cara mencabut sayuran dari netpot, kemudian letakkan netpot pada bak. Dan selanjutnya, letakkan sayuran pada keranjang dengan posisi vertikal. Pastikan sayuran tak ditumpuk secara padat supaya kondisi fisik sayuran tak ada yang patah akibat tertekan.

Sesudah sayuran terkumpul, sayuran disortir untuk dipisahkan dari sayuran yang rusak dan beberapa kotoran yang menempel pada sayuran. Apabila sayuran akan dijual ke pasar, rockwool dan akar lebih baiknya jangan dicabut. Hal itu bertujuan sebagai identitas bahwa tanaman ditanam secara hidroponik.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Panen Ikan

Tentunya panen ikan akan memerlukan waktu yang lebih lama daripada panen sayuran. Panen ikan baru bisa dilaksanakan sesudah mengerjakan panen sayuran beberapa kali. Ikan yang dipanen dapat terlihat dari bobot yang optimal dan mempunyai kondisi fisik yang sehat. Untuk lele, umumnya akan dipanen ketika sudah berbobot 7—8 ekor per kg, ikan nila 4 ekor per kg, dan ikan patin 2 ekor per kg.

Cara memanen yang dilaksanakan untuk seluruh ikan yang ada di dalam kolam bisa dilaksanakan dengan cara pengosongan air pada bak. Akan tetapi, bila hanya sebagian tak perlu mengerjakan pengosongan air. Proses panen harus dilaksanakan secara hati-hati, supaya ikan yang dipanen akan tetap hidup.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung

Sistem Hidroponik

Terdapat banyak jenis sistem hidroponik yang bisa Anda terapkan. Dua di antaranya sistem sumbu dan sistem rakit apung. Tentu saja keduanya mempunyai keuntungan dan kelemahan masing-masing. Kenali penggunaan keduanya supaya Anda bisa membudidayakan tanaman secara hidroponik dengan lebih maksimal.

Tak hanya kedua sistem tersebut, ada banyak sistem hidroponik lain yang tak kalah populer. Sistem tersebut yaitu pasang surut air, sistem tetes, dan nutrient film technique. Keunggulan dan kelemahannya bisa Anda temukan di buku Tanya Jawab Hidroponik yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya.

Sistem sumbu dikenal juga sebagai wick system. Keunggulan sistem ini sehingga banyak dilirik petani sayuran hidroponik yaitu sangat sederhana. Pemula sekalipun bisa menerapkannya dengan gampang. Sistem sumbu merupakan rangkaian belajar metode hidroponik yang paling gampang.

Bukan hanya itu, bahan dan alat yang digunakan pada sistem hidrponik ini termasuk murah dan mudah. Anda bisa memakai bahan sederhana seperti botol plastik yang merupakan bahan bekas.

Baca Juga:
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada
Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik

Sayangnya, sistem sumbu mempunyai beberapa kekurangan. Pertama, larutan nutrisi pada wadah penampung harus diaduk secara berkala. Anda harus mengaduknya secara manual supaya nutrisi tak mengendap di wadah.

Tak hanya itu, tanaman bisa mengalami kekurangan air dan nutrisi sesudah tumbuh berukuran besar. Tanaman ini membutuhkan air yang lebih banyak dan terkadang lebih besar daripada daya serap sumbu yang digunakan.

Sistem hidroponik kedua yang juga banyak digunakan yaitu rakit apung atau water culture system. Sistem ini mempunyai keunggulan sangat mudah dibuat. Sistemnya sangat sederhana dengan perawatan yang mudah dan praktis.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Kekurangan dari sistem rakit apung yaitu aerator harus terus menyala tanpa henti selama 24 jam. Jika aerator ini mati dalam jangka waktu tertentu, tanaman yang Anda budidayakan sangat rentan mengalami busuk akar.

Keuntungan dan kelemahan sistem hidroponik ini hendaknya menjadi pertimbangan bagi Anda dalam memilih sistem yang tepat. Sistem ini dipilih berdasarkan modal yang Anda miliki, jenis tanaman yang akan dibudidayakan, dan luasan lahan yang digunakan. Oleh karena itu, pilih dengan bijak.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik

Hidroponik Milenial

Salah satu teknik bertanam yang sudah lama dikenal tetapi popularitasnya tak pernah memudar adalah metode hidroponik. Sudah banyak bukti nyata bahwa budidaya dengan teknik hidroponik sangat menguntungkan. Sekarang, tak ada salahnya jika milenial ikut ambil peran dalam rantai pertanian modern berbasis teknologi seperti ini.

Metode hidroponik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan pertanian secara tradisional dan konvensional. Keunggulan ini akan mempermudah petani dan juga mendorong kualitas hasil panennya menjadi lebih maksimal.

Apabila ingin tahu lebih banyak mengenai hidroponik ini, Anda dapat memperoleh seluruh jawabannya di buku Tanya Jawab Hidroponik yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya. Buku ini akan membantu Anda memulai usaha hidroponik.

Ada berbagai keuntungan yang akan Anda peroleh bila menerapkan metode hidroponik. Pertama, hidroponik akan memberikan keuntungan berupa produktivitas yang lebih tinggi ketimbang budidaya secara konvensional.

BACA JUGA:
Jangan Asal Budidaya, Coba Pahami Faktor Ini Dulu!
Mau Bertanam Metode Roof Garden, Coba Pahami 3 Ciri Tanaman Ini Dulu!
Ingin Berkebun di Lahan Sempit, Coba Terapkan 10 Inovasi Ini!

Dengan metode hidroponik, Anda bisa membuatnya menjadi bertingkat sehingga jumlah tanaman yang dibudidayakan akan lebih banyak. Hasilnya, saat panen juga akan lebih banyak daripada bertanam secara tradisional meskipun luasan lahan yang digunakan sama.

Keuntungan yang kedua, budidaya dengan metode hidroponik adalah lebih hemat pupuk dan air. Nutrisi dan air yang diberikan pada tanaman akan diserap sepenuhnya oleh tanaman tersebut. Dengan begitu, efisiensi juga akan lebih tinggi.

Air yang dipakai juga akan diputar dan digunakan kembali untuk mengalirkan nutrisi. Oleh karena itu, pemupukan secara intensif seperti pada budidaya konvensional tak dibutuhkan. Tentunya, Anda akan menghemat waktu dan biaya secara signifikan.

Bukan hanya bisa menghemat pupuk dan air, pemberian nutrisi pada media tanam juga dapat dilaksanakan lebih akurat. Keuntungan ini membuat tanaman meperoleh nutrisi sesuai dengan kebutuhannya.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Berikan dosis nutrisi sesuai kebutuhan tanaman hidroponik tersebut. Berbeda jenis tanaman tentu berbeda kebutuhan nutrisinya. Oleh karena itu, penghitungan yang tepat sangat membantu pertumbuhannya.

Karena tumbuh dengan asupan nutrisi yang sama, hasil produksi pun akan lebih seragam ketimbang tanaman yang dibudidayakan di lahan (tanah). Selain itu, produk yang dihasilkan pun akan lebih sehat karena minim penggunaan bahan kimia, baik melalui insektisida, fungisida maupun pengusir hama lainnya.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Cari Tau Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Bentuknya, Penasaran?

Jenis tanaman hias sangat beragam. Salah satu penggolongan tanaman hias yang paling sering dipakai yaitu berdasarkan bentuknya. Tak hanya itu, tanaman hias juga bisa dikelompokkan dari pola hidupnya.

Apabila Anda ingin membuat sebuah taman, komposisi jenis tanaman hias akan menentukan keindahan suatu taman. Mulai dari tinggi, ukuran, sampai penggolongan khusus. Berikut ini beberapa jenis tanaman hias yang patut diketahui sebelum Anda membuat taman.

Herba dan Semak

Tanaman Hias Semak

Tanaman yang bisa dikategorikan sebagai herba dan semak yaitu tumbuhan yang memiliki batang kecil dan sedikit mengayu. Tanaman ini memiliki percabangan rendah atau menempel pada tanah. Anda bisa bertanam kemangi, seledri, ataupun ketumbar yang tak hanya bisa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur juga bisa mempercantik ruangan.

Perdu

Perdu memiliki ukuran lebih besar dibandingkan semak, serta mempunyai percabangan yang relatif lebih tinggi. Umumnya, perdu adalah pohon berbatang tegak. Jenis tanaman hias perdu diantaranya yaitu kembang sepatu dan kaca piring.

Tanaman Merambat

Tanaman Hias Merambat

Tak sama dengan perdu ataupun semak, terdapat jenis tanaman lain dengan batang kecil yang tumbuh merambat. Tanaman ini membutuhkan sandaran dalam pertumbuhannya. Contoh tanaman hias merambat yaitu alamanda, bugenvil, samapi lampion irian.

Pohon

Tanaman Hias Pohon

Sebutan pohon disematkan bagi tanaman yang berbatang besar dengan percabangan yang tinggi dan terletak di atas tanah. Adapun beberapa pohon yang bisa dikategorikan ke dalam tanaman hias yaitu pohon glodogan, pohon tanjung, dan pohon bodi.

Tanaman Air

Tanaman Hias Air

Tanaman hias air sangat beragam. Tanaman ini cocok ditanam terutama jika Anda mempunyai kolam ikan. Beberapa jenisnya yaitu teratai, paku ekor kuda, dan tipa. Cara menanamnya juga tak sulit, Dan juga dengan perawatannya karena tak membutuhkan penyiraman secara rutin.

BACA JUGA:
Yuk Intip Metode Tanam Unik dari Jepang, Mau Tau Kan!
Cara Menanam Bonsai, Si Tanaman Kerdil dengan Harga Selangit
Jenis Kendala Saat Budidaya Hidroponik dan Cara Ampuh Penanganannya

Palem

Tanaman Hias Palem

Menghias taman akan terasa kurang tanpa kehadiran tanaman ini. Palem adalah kelompok famili Palmae. Anda bisa bertanam banyak jenis palma mulai dari phunix, lontar, palem segitiga, kamedoria, kariota, aren, sampai ekor tupai.

Bentuk palem juga sangat beragam. Ada palem dengan ukuran yang besar dan ada juga palem hias mini. Palem berukuran kecil ini cocok ditanam dalam pot dan diletakkan di teras ataupun bagian dalam rumah Anda.

Bambu

Tanaman Hias Bambu

Famili Graminae atau Poaceae, lebih dikenal sebagai bambu, juga bisa dipakai sebagai tanaman untuk mempercantik halaman rumah. Sama seperti palem, jenis dan ukuran bambu hias juga sangat beragam. Mulai dari rumput air, bambu kuning, sampai dengan rumput sate.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Paku-pakuan

Tanaman Hias Paku Pakuan

Paku-pakuan adalah tanaman tanpa batang sebab tubuhnya langsung menancap pada tanah atau tanaman inangnya. Beberapa famili paku-pakuan hias yaitu Polypodiaceae, Pteridaceae, Selaginellaceae, Oleandraceae, Davalliaceae, Marattiaceae, dan Aspleniaceae.

Kaktus dan Sukulen

Tanaman Hias Kaktus Sukulen

Apabila Anda ingin bertanam tanaman hias yang tak terlalu memerlukan banyak air, Anda bisa bertanam kaktus ataupun sukulen. Tanaman ini merupakan jenis tanaman lunak yang tak berkayu. Batangnya bisa dipakai untuk menyimpan air. Contoh tanaman ini yaitu Neoregelia sp., Aloe sp., dan Mammilaria elongata.

Tanaman Buah

Tanaman Hias Buah

Beberapa jenis tanaman buah juga bisa sekaligus dipakai sebagai tanaman hias pekarangan. Umumnya tanaman buah ditanam di halaman seperti pohon durian, pohon rambutan, dan pohon pala.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Yuk Cari Tau Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Bentuknya, Penasaran? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Intip Metode Tanam Unik dari Jepang, Mau Tau Kan!

Kokedama

Jual Plastik Ultraviolet Kualitas Terbaik – Lim Corporation

Negara Jepang ternyata tak hanya terkenal dengan seni merangkai bunga ikebana. Dalam kurun waktu terakhir metode menanam tanaman dengan cara unik dari negeri matahari terbit itu juga tengah populer, kokedama namanya. Ternyata cara membuatnya cukup mudah, lho!

Nah, kokedama sendiri berasal dari kata Jepang, yaitu koke yang artinya lumut dan dama artinya bola. Jadi, tanaman diolah dengan membungkus akar memakai tanah dan lumut kering sehingga berbentuk bulat. Wadah atau pot sama sekali tak diperlukan dalam proses ini. Untuk Anda yang tinggal di apartemen, umumnya keterbatasan lahan seringkali menjadi masalah tersendiri.

Oleh sebab itu, tak aneh bila banyak orang yang tinggal di apartemen kecil kesulitan untuk membuat taman. Akan tetapi, sekarang Anda tak perlu khawatir lagi dengan masalah ini. Karena hadirnya metode kokedama ini bisa menjadi solusi untuk Anda yang ingin menghadirkan taman kecil di ruangan yang terbatas. Bukan hanya membuat ruangan lebih asri, tanaman ini juga bisa menyaring udara juga lho. Untuk itu simak ulasan di bawah ini yuk supaya tau cara membuatnya!

Alat & Bahan yang Dibutuhkan

Secara tradisional, tanaman yang sering dipakai untuk dijadikan kokedama yaitu berasal dari pohon bonsai. Tetapi, Anda juga bisa memakai tanaman lain yang berakar kecil dan cocok ditempatkan di area yang tak terang. Karena lumut yang dipakai bukanlah jenis yang cocok terkena sinar. Inilah alat dan bahan yang harus disiapkan:
* Tanaman pilihan
* Lumut jenis spaghnum atau sheet yang bisa Anda temukan di toko kerajinan tangan
* Pupuk kompos untuk bonsai atau kombinasi tanah bonsai dan lumut gambut
* Tali atau benang tebal
* Mangkok
* Sarung tangan berkebun

BACA JUGA:
Cara Menanam Bonsai, Si Tanaman Kerdil dengan Harga Selangit
Jenis Kendala Saat Budidaya Hidroponik dan Cara Ampuh Penanganannya
Anggur Hitam, Buah dengan Segudang Manfaat dan Khasiat

Dan untuk jenis tanamannya, Anda bisa memilih tumbuhan indoor yang bisa hidup hanya dengan sedikit sinar matahari dan air, seperti contohnya:
* Monstera,
* Monstera Obliqua,
* Peace Lily,
* Sirih Gading,
* Succelent, dan
* String of Heart.

Jenis tanaman yang disebutkan di atas ini hanya perlu disiram seminggu sekali, sangat cocok untuk masyarakat urban yang hanya bisa mengurus tanaman ketika akhir pekan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Cara Pembuatan Kokedama

1. Ambilah tanaman yang akan dipakai dari pot, kemudian sisihkan tanah yang masih menempel pada akarnya.

2. Apabila sudah bersih, bungkus akar tanaman dengan gumpalan lumut spaghnum sampai tertutupi semuanya, tekan-tekan sedikit supaya semuanya bersatu, dan sisihkan.

3. Siapkan mangkok, setelah itu tuangkan pupuk kompos atau campuran tanah bonsai dan lumut gambut kering. Berikan tambahan sedikit air perlahan-lahan sampai teksturnya menjadi lembut dan seluruhnya bersatu serta tertempel.

4. Selanjutnya masukkan tanaman ke dalam mangkok dan selubungi seluruhnya dengan tanah. Angkat tanaman, kemudian mulai membuat gumpalan berbentuk bulat. Untuk ukurannya bisa Anda sesuaikan dengan keinginan.

5. Sesudah akar tanaman tertutupi tanah, kembali lapisi bagian tersebut dengan memakai beberapa lapisan lumut kering. Lebih baik lagi jika Anda memilih jenis lumut sheet untuk proses ini.

6. Tahap terakhir, pakailah tali yang sudah Anda siapkan kemudian lilit gumpalan tanah serta lumut dengan pola yang Anda inginkan. Selanjutnya ikat bagian akhirnya dengan kencang supaya bola tanah dan lumut bersatu dengan baik.

Cara Penggunaan & Perawatan

Tanaman kokedama yang sudah jadi bisa Anda tambahkan tali supaya tanaman tersebut bisa digantung. Karena itulah tanaman ini cocok untuk Anda yang tak mempunyai area rumah yang besar. Anda juga bisa memajangnya di piring atau beberapa wadah unik lainnya. Kokedama tak perlu perawatan yang ribet! Cukup menyemprotkan air bersih di gumpalan bola ketika sudah tampak kering. Laksanakan penyemprotan tersebut sekitar 10 sampai 15 menit saja. Gampang, bukan? Coba praktikkan di rumah, yuk!

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Yuk Intip Metode Tanam Unik dari Jepang, Mau Tau Kan!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Cara Menanam Bonsai, Si Tanaman Kerdil dengan Harga Selangit

Tanaman Bonsai

Jual Plastik UV Greenhouse Berkualitas – Lim Corporation

Bonsai merupakan salah satu tanaman hias yang banyak digemari di masyarakat. Untuk harganya bonsai sendiri yaitu terbilang cukup mahal jadi umumnya bonsai dimiliki hanya oleh kalangan menengah ke atas.

Bentuk bonsai yaitu tanaman kerdil yang indah, unik dan lucu. Untuk itulah, bonsai mempunyai pengertian sebagai tanaman kerdil yang diletakkan dalam pot. Walaupun tumbuhan ini berusia lebih dari satu tahun, bonsai harus tetap tumbuh dalam bentuk yang kerdil.

Tanaman bonsai yang sering kita temukan di tempat penjualan tanaman hias memang mempunyai harga yang mahal, akan tetapi sebetulnya teknik budidaya bonsai bisa dikerjakan siapa saja. Hal ini bisa dilaksanakan dengan mengerdilkan tanaman yang besar dan membentuknya menjadi kecil dan diletakkan pada pot. Berikut ini beberapa tahapannya.

Pemilihan Tanaman Untuk Bonsai

Dalam membudidayakan tanaman bonsai, lebih baiknya memilih bibit bonsai yang sehat dan tak terserang penyakit serta mempunyai daun yang berwarna hijau. Lebih baik bibit tersebut asalnya dari stek atau cangkokan yang tak mempunyai akar berbentuk tunggang tetapi banyak mempunyai akar lateral.

Terdapat beberapa tanaman yang bisa dibuat bonsai diantaranya yaitu maja, sawo, cerme, jambu biji, beringin, kayu manis dan masih banyak lagi. Ukuran diameter tumbuhan yang akan dijadikan bonsai lebih baik yang berukuran besar jadi tumbuhan bisa mirip dengan tumbuhan besar saat dikerdilkan. Bukan hanya itu tumbuhan yang dipilih juga sebaiknya mempunyai percabangan yang indah jadi nilai seni ketika dibentuk bonsai masih bisa terlihat dan menarik perhatian.

BACA JUGA:
Jenis Kendala Saat Budidaya Hidroponik dan Cara Ampuh Penanganannya
Anggur Hitam, Buah dengan Segudang Manfaat dan Khasiat
Rahasia Optimalnya Ternak Kambing Etawa, Ini Jawabannya
Jangan Asal Semprot Tanaman! Coba Lakukan Sesuai Aturan Menyiram Ini

Pemangkasan dan Pembentukan

Teknik budidaya bonsai pertama yang bisa dilaksanakan yaitu dengan membuang dahan-dahan tumbuhan yang tak dibutuhkan. Tak hanya itu saja tanaman bisa juga dipangkas. Tujuan hal ini yaitu untuk menentukan bentuk tumbuhan bonsai sesuai dengan yang diharapkan.

Supaya tak terjadi pengeringan, pemangkasan dilaksanakan di bagian pangkal percabangan terutama bagian cabang yang tersisa. Hal ini juga bisa mengendalikan pertumbuhan cabang supaya tak terjadi terlalu cepat.

Proses pemotongan akar bonsai lebih baik dikerjakan dengan mengarah ke samping supaya pertumbuhan bisa diperbanyak. Kemudian, bisa dilaksanakan teknik pengawatan. Pengawatan harus dilaksanakan hati-hati untuk membentuk cabang, batang dan ranting. Berbagai bentuk bonsai bisa dipilih sesuai selera seperti bentuk tegak lurus, miring atau tegak berliku.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Penyiapan Pot

Bukan hanya mempersiapkan tanaman yang akan dijadikan bonsai, kita juga harus mempersiapkan pot yang akan dipakai sebagai media penanaman bonsai. Bagian dasar pot harus dilapisi dengan kerikil kecil yang kemudian ditimbun dengan tanah. Sebelum dimasukkan ke dalam tanah, lebih baik akar bakalan bonsai dikurangi supaya sesuai dengan ukuran pot.

Kemudian bonsai bisa dipindahkan ke dalam pot yang sudah siap tersebut. Cara menanam bonsai yang benar yaitu dengan memindahkan sebagian dulu media tanam ke dalam pot, kemudian menanam bakalan bonsai dengan posisi tepat. Sesudah itu cara tanam terakhir yaitu dengan memasukkan sisa media tanam, kemudian dipadatkan dengan memakai ujung jari dan telapak tangan.

Plastik UV Greenhouse
Produsen Plastik UV Harga Murah

Perawatan Bonsai

Perawatan bonsai juga harus rutin dilaksanakan supaya tanaman terus tumbuh dan tak mati. Sesudah bonsai tumbuh, kita harus rutin mengamati bagaimana pertumbuhan dahan, cabang, ranting serta batangnya. Apabila dahan dan cabangnya tumbuh secara berlebihan, maka bisa dilaksanakan proses pemangksan secara rutin supaya tak menyimpang dan mengurangi keindahan bentuk bonsai.

Untuk ranting-ranting yang tumpang tindih juga harus dihilangkan, begitu juga dengan dahan yang terlalu rimbun. Dalam setahun, pemupukan bonsai bisa dilaksanakan 3 kali dengan memakai pupuk kimia. Akan lebih bagus bila ditambah dengan pupuk kandang, kompos ataupun bahan organik lainnya. Dan sementara itu, penyiraman harus rutin dilaksanakan setiap hari.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Cara Menanam Bonsai, Si Tanaman Kerdil dengan Harga Selangit” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3