Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!

 

Tips Budidaya Cabai

Ketika musim penghujan datang, banyak petani akan menanam cabai. Sebab, menanam cabai memang lebih baik dilakukan pada musim hujan. Namun, sebelum mulai menanam cabai, Anda harus perhatikan lokasi lahan yang akan digunakan karena menanam cabai di musim hujan juga memiliki rintangan besar. Simak ulasan lebih lengkap di bawah ini.

1. Lokasi Penanaman Bukan Lahan Bekas Tanaman Solonaceae

Tidak semua lahan bekas bisa digunakan untuk menanam pohon cabai di musim hujan. Lahan bekas menanam tanaman solonaceae seperti kentang, tomat, terung, dan sebagainya, tidak baik digunakan untuk menanam pohon cabai.

Lokasi bekas tanaman padi, kedelai, kacang hijau, buncis, jagung, kubis bunga, dan semangka dapat digunakan untuk menanam cabai di musim hujan. Lokasi lahan juga lebih baik jauh dari kebun cabai lainnya, kebun terung, dan kebun tomat. Hal ini untuk menghindari serangan hama dan penyakit dari tanaman lain.

2. Lokasi Harus Mendapat Penyinaran Optimal

Pohon cabai sangat membutuhkan penyinaran cahaya matahari yang baik. Oleh karena itu, penanaman cabai sebaiknya dilakukan di daerah yang terbuka dan tidak terlindung dari tanaman besar, seperti pohon kelapa, bambu, atau cengkih. Hindari lokasi yang berdekatan dengan sungai besar atau berada pada lahan cekung yang berpotensi untuk tergenang banjir saat hujan lebat.

Baca Juga:
Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil
Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung

3. Lokasi Mudah Dijangkau

Cabai merupakan tumbuhan yang harus dipelihara secara intensif sehingga aliran sarana produksi ke lahan harus mudah dan cepat agar ketika terjadi suatu masalah dalam masa perawatan dapat tertangani dengan baik. Selain itu, memudahkan petani untuk memelihara pohon secara intensif. Lokasi yang mudah dijangkau membuat ongkos produksi menjadi lebih hemat.

4. Lokasi Tanah Kebun Tidak di Tanah Liat dan Masam

Anda harus menghindari tanah grumosol dan podzlik merah kuning yang sangat liat/lengket untuk digunakan sebagai lahan perkebunan cabai. Pasalnya, tanah tersebut sangat rapat sehingga pembuangan air hujan akan sukar, terlebih saat hujan sedang terus-menerus akan menimbulkan potensi banjir.

Gunakan tanah latosol cokelat, andosol, dan jenis tanah lainnya yang mampu membuang bekas air hujan sehingga meminimalisir potensi banjir. Derajat kemasaman (pH) tanah akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi cabai, pada musim hujan hindari tanah yang memiliki pH kurang dari 6. Derajat kemasaman yang tepat untuk cabai di musim hujan berkisar pH 6,0—6,5.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

5. Lokasi Berada di Ketinggian 200—600 mdpl

Lokasi ideal menanam cabai adalah sekitar 200—600 mdpl. Jika lokasi berada pada dataran yang cukup tinggi, pertumbuhan tanaman akan terganggu karena mudah terserang penyakit. Kabut yang turun menyelimuti tanaman akan membuat tingkat kelembapan tinggi dan mudah mengundang hama dan penyakit.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil

Cara Menanam Hidroponik

Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang tidak membutuhkan tanah sebagai media untuk tumbuh. Sebenarnya, teknik ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Agar teknik hidroponik Anda berhasil, perhatikan beberapa faktor penting berikut.

Cahaya

Tanaman yang ditanam secara hidroponik pada dasarnya sama dengan tanaman yang ditanam dengan cara biasa yang membutuhkan waktu pencahayaan selama 8 hingga 10 jam. Jika tempat budidaya memiliki intensitas cahaya yang rendah, penyinaran dapat dilakukan dengan lampu yang berintensitas tinggi seperti high pressure sodium lamps.

Air

Untuk mengairi tanaman pada hidroponik, hindari pemakaian air yang mengandung klorin. Air yang paling direkomendasikan untuk digunakan adalah air hujan. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan air yang difiltrasi. Kedua jenis air tersebut baik untuk hidroponik karena mengandung electrical conductivity sebanyak 15—60.

Suhu

Suhu yang baik untuk tanaman adalah yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah.

Baca Juga:
Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif

Udara

Udara yang dibutuhkan untuk teknik hidroponik berkisar 6 ppm oksigen terlarut atau Dissolved oxygen. Untuk menjaga kandungan oksigen dalam air, Anda dapar menggunakan pompa air dan kerikil akuarium untuk aerasi air dan melarutkan nutrisi.

Tingkat pH

Kadar keasaman yang ideal untuk teknik hidroponik antara 5,8 hingga 6,8. pH merupakan faktor yang sangat penting untuk keberlangsungan tumbuhan. Jika kadar pH di bawah kisaran standar pH optimal, tanaman tidak akan menyerap nutrisi yang terlarut. Meskipun ukuran keasaman pH masing-masing tanaman berbeda, umumnya kisaran pH yang normal antara 5,8—6,8.

Pengukuran tingkat pH wajib dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. pH sangat bergantung pada kadar suhu, evaporasi, dan pencahayaan. Untuk melakukan pengukuran tingkat pH, Anda dapat menggunakan kertas litmus. Meskipun hasil yang diberikan tidak terlalu presisi, kertas litmus mampu menggambarkan kisaran pH air.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Jika pH terlalu tinggi, Anda dapat menggunakan larutan yang bersifat asam seperti asam nitrit, vinegar, atau asam citrus untuk menurunkan kadar pH. Sebaliknya, jika ingin meningkatkan pH, Anda dapat menggunakan Potassium hydroxide.

Nutrisi

Pupuk yang digunakan tumbuhan hidroponik sangat berbeda dengan pupuk untuk tanaman yang ditanam di tanah. Pupuk yang digunakan harus memiliki sifat mudah larut dalam air dan tidak menyisakan sedimen. Penggantian air secara rutin sangat dianjurkan untuk mendapatkan pertumbuhan yang normal.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik

Aquaponik Kuy

Kelebihan atau keunggulan dari akuaponik memang terletak pada produk yang dipanen bisa berupa dua jenis komoditas pangan, yaitu sayuran dan ikan. Contohnya saja, Anda bisa memanen kangkung bersamaan dengan ikan lele. Akan tetapi, seperti proses budidaya pada umumnya, memanen sayuran dan ikan akuaponik juga harus memerhatikan beberapa hal. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat panen.

Waktu Panen

Setiap jenis sayuran mempunyai waktu panen yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting untuk memerhatikan jenis sayuran yang akan ditanam. Apabila sayuran dipanen ketika sudah berumur tua, sayuran sudah tak enak untuk dikonsumsi karena sayuran akan menjadi keras. Akan tetapi, bila tanaman dipanen ketika masih muda, ukuran sayuran akan lebih kecil karena pertumbuhannya belum maksimal.

Panen akan lebih baik bila dilaksanakan pada pagi hari ketika kondisi sayuran masih segar. Perkiraan panen jenis sayuran yang umumnya dipakai dalam akuaponik sebagai berikut.

* Caisin 12 hari
* Bayam hijau 14 hari
* Kangkung 14 hari
* Pakcoy green 19 hari

Baca Juga:
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada

Cara panen

Untuk memulai cara panen Akuaponik bisa Anda laksanakan dengan cara mencabut sayuran dari netpot, kemudian letakkan netpot pada bak. Dan selanjutnya, letakkan sayuran pada keranjang dengan posisi vertikal. Pastikan sayuran tak ditumpuk secara padat supaya kondisi fisik sayuran tak ada yang patah akibat tertekan.

Sesudah sayuran terkumpul, sayuran disortir untuk dipisahkan dari sayuran yang rusak dan beberapa kotoran yang menempel pada sayuran. Apabila sayuran akan dijual ke pasar, rockwool dan akar lebih baiknya jangan dicabut. Hal itu bertujuan sebagai identitas bahwa tanaman ditanam secara hidroponik.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Panen Ikan

Tentunya panen ikan akan memerlukan waktu yang lebih lama daripada panen sayuran. Panen ikan baru bisa dilaksanakan sesudah mengerjakan panen sayuran beberapa kali. Ikan yang dipanen dapat terlihat dari bobot yang optimal dan mempunyai kondisi fisik yang sehat. Untuk lele, umumnya akan dipanen ketika sudah berbobot 7—8 ekor per kg, ikan nila 4 ekor per kg, dan ikan patin 2 ekor per kg.

Cara memanen yang dilaksanakan untuk seluruh ikan yang ada di dalam kolam bisa dilaksanakan dengan cara pengosongan air pada bak. Akan tetapi, bila hanya sebagian tak perlu mengerjakan pengosongan air. Proses panen harus dilaksanakan secara hati-hati, supaya ikan yang dipanen akan tetap hidup.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3