Manfaatkan Drum Bekas Untuk Budidaya Ikan, Apa Kelebihanya?

Budidaya Ikan Dalam Drum

Pembuatan kolam ikan bisa dari drum bekas yang sudah tak terpakai untuk membudidayakan ikan konsumsi. Apalagi untuk budidaya yang dilaksanakan pada pekarangan rumah yang tak begitu luas, kolam dari drum adalah pilihan yang terbaik. Untuk drum yang dipakai lebih baik terbuat dari bahan plastik. Apabila terbuat dari seng, kolam akan cepat karatan.

Keunggulan atau kelebihan kolam dari drum yakni mudah dipindah-pindahkan. Untuk bentuknya juga yang tak terlalu besar membuat drum ini gampang diatur di lahan yang tak terlalu luas. Dalam pembuatan kolam dari drum juga terbilang sangat murah, Anda cukup memanfaatkan drum-drum bekas yang masih layak pakai atau membeli drum yang baru.

Pemakaian drum bisa mempermudah Anda selama proses budidaya, dari proses pemeliharaan sampai dengan pembersihan kolam. Kolam ini sangat cocok digunakan untuk budidaya ikan skala kecil.

Kelemahan dari kolam ini adalah suhu yang terjadi dalam kolam ini sangat fluktuasi, dan perubahan suhu pada kolam ikan sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup ikan. Kekurangan lainnya, lebih mudah terjadi penguapan, drum mudah terguling jika tidak ditempatkan dengan tepat, dan harus rutin memberikan air tambahan.

Baca Juga:
Iniloh Jenis Lampu Pengganti Sinar Matahari, Mau Tau Apa Saja!
Teknik Jitu Memelihara Bibit Saat Urban Farming, Penasaran!
8 Syarat Ideal Dalam Beternak Burung Puyuh, Apa Saja Itu?

Sebaiknya jika Anda berminat menggunakan jenis kolam ini, gunakanlah drum yang terbuat dari plastik karena bahannya lebih ringan dari logam atau besi. Dan drum plastik juga tak akan berkarat seperti drum besi dan lebih gampang untuk dimodifikasi menjadi wadah budidaya ikan.

Bukan hanya drum plastik, Anda juga bisa memakai bis beton yang sering dipakai sebagai saluran air. Bentuk bis beton hampir mirip dengan drum, Untuk bis beton yang ideal dipakai menjadi kolam yaitu yang berdiameter 90 cm dengan ketinggian 1 m.

Untuk kolam drum bisa terbuat dari drum bekas yang berukuran tinggi 90 cm dan lebar 60 cm. Dengan demikian, kolam dibuat dengan model horizontal yang membutuhkan lubang pembuangan di sisi tengah bagian dasar kolam. Oleh karena itu, di bagian atas drum harus dipotong dan bagian bawahnya harus dilubangi.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Penggunaan model horizontal memiliki kelebihan, yakni area kontak udara dengan udara bebas lebih luas dibandingkan drum vertikal. Selain itu, penggunaan drum horizontal lebih memudahkan ikan bergerak di dalam kolam.

Peletakan kolam drum harus disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan. Fungsi dari lubang pembuangan ini juga untuk mengatur volume air di dalam drum. Dan jika air terlalu banyak akibat hujan, air di kolam bisa langsung dikurangi sebagiannya.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Manfaatkan Drum Bekas Untuk Budidaya Ikan, Apa Kelebihanya?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Iniloh Jenis Lampu Pengganti Sinar Matahari, Mau Tau Apa Saja!

Lampu Pengganti Sinar Matahari

Pada saat teknologi yang sudah semakin maju, semua jenis aktivitas berkebun menjadi lebih gampang dan dapat dilaksanakan di mana saja. Sebagai contoh, di salah satu stasiun pengawasan di Kutub Selatan berdiri sebuah kebun sayur dengan sistem hidroponik. Apabila kendalanya berupa sinar matahari, jangan khawatir! Sekarang ini sudah ada jenis lampu pengganti sinar matahari untuk berkebun.

Teknologi lampu pengganti sinar matahari untuk berkebun dinamakan lamp ponic. Pada buku Urban Farming Bertani Kreatif Sayur, Hias, dan Buah dijelaskan secara detail bagaimana perkembangan urban farming yang sudah mendunia hingga bermacam-macam teknologi yang dapat membantu masyarakat untuk memulai berkebun, bahkan berkebun bisa dilakukan di dalam ruangan (indoor). Salah satu yang dibahas adalah lampu untuk berkebun. Berikut beberapa lamp ponic yang dapat Anda gunakan.

Compact Flourescent Light (CFL’s)

CFL mengeluarkan efek flourescent yang cukup besar, tetapi dapat bekerja sangat baik pada space (ruang) yang kecil karena jenis lampu ini tidak menghasilkan banyak panas atau tidak menggunakan daya listrik. Untuk pembuahan dan pembungaan, penggunaan 2.700 K bola lampu sudah mampu memberikan hasil yang terbaik.

Baca Juga:
Teknik Jitu Memelihara Bibit Saat Urban Farming, Penasaran!
8 Syarat Ideal Dalam Beternak Burung Puyuh, Apa Saja Itu?
Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!

Metal Halide Bulbs (MH)

MH merupakan tipe pencahayaan buatan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat yang melakukan urban farming dan memang sudah direkomendasikan oleh para pekebun. MH merupakan tipe pencahayaan buatan yang mampu memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

High Output Flourescent

Lampu jenis HOF ini mampu menghasilkan energi panas dalam jumlah yang sangat kecil sehingga bisa dilekatkan dekat dengan tanaman. Jenis pencahayaan yang satu ini sangat bagus untuk membantu benih yang sedang disemai dan perbanyakan yang dilaksanakan secara klonal. Akan tetapi, kurang baik bila dipakai untuk menumbuhkan tanaman supaya menjadi lebih tinggi.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

LED Grow Lights

Penggunaan LED cukup baik untuk menyinari tanaman. LED memiliki sifat yang sama seperti flourescent, yakni cenderung menghasilkan panjang internoda yang lebih kompak, tanaman yang lebih pendek tetapi batangnya lebih tegar.

LED juga dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman yang dilakukan secara vegetatif. Pembuahan dan pembungaan memang terlihat lebih lambat dibandingkan dengan penggunaan MH dan HPS. Namun, tanaman menjadi lebih sehat dan proses pertumbuhan sebenarnya dikatakan normal.

High Pressure Sodium Bulbs (HPS)

HPS dikenal dengan spektrum merah dan kuning yang tinggi. Kedua spektrum ini sangat disukai oleh tanaman untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. HPS menjadi sangat berfungsi saat digunakan bersamaan dengan metal halide.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Iniloh Jenis Lampu Pengganti Sinar Matahari, Mau Tau Apa Saja!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Teknik Jitu Memelihara Bibit Saat Urban Farming, Penasaran!

Cara Perawatan Saat Urban Farming

Meskipun urban farming memiliki konsep yang sedikit berbeda dengan perkebunan konvensional, untuk memulai penanaman tetap harus diawali dengan menyemai bibit. Bibit persemaian harus dirawat agar tumbuh dengan baik. Memelihara bibit meliputi penyiraman, penjarangan bibit, serta pencegahan hama dan penyakit.

Lama penyemaian bibit tergantung dengan jenis tanaman yang dipilih. Untuk tanaman mentimun, kubis, dan melon biasanya sudah berkecambah setelah 2—3 hari. Sementara, untuk tanaman cabai keriting, terong, dan tomat baru berkecambah setelah 3—7 hari. Berikut cara memelihara bibit yang benar.

Penyiraman

Penyiraman benih harus dilakukan dengan secukupnya jika media sudah terlihat agak mengering. Sebaiknya, lakukan penyiraman dengan sprayer kecil agar benih tidak acak-acakan terkena air yang disiramkan terlalu banyak.

Jika terlalu banyak diberikan air, benih akan susah berkecambah. Bahkan, dapat menyebabkan benih tidak berkecambah karena akarnya membusuk. Umumnya, penyiraman dilakukan sebanyak 1—2 kali sehari pada pagi atau sore hari, bergantung pada kondisi media tanam. Jika media tanam lembap, penyiraman cukup dilakukan sebanyak satu kali.

Baca Juga:
8 Syarat Ideal Dalam Beternak Burung Puyuh, Apa Saja Itu?
Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!
Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil

Pemindahan Benih ke Pot Kecil

Di hari ke 7—10 biasanya benih sudah tumbuh terlalu rapat. Benih tersebut sebaiknya dipindahkan ke dalam pot atau polibag kecil (disapih) agar pertumbuhannya normal. Tanaman yang disapih bisa langsung ditanam di pot kecil. Pemindahan dapat dilakukan pada 1—3 minggu.

Melindungi Benih dari Hama dan Penyakit

Benih dalam persemaian rentan terkena serangan hama dan penyakit. Hama yang biasanya menyerang adalah siput, belalang, ulat, thrips, dan ayam. Penyakit yang biasanya menyerang adalah busuk batang, busuk daun, dan layu.

Cara mencegah benih dari serangan hama dan penyakit adalah dengan menjaga media semai tetap pada tingkat kelembapan yang wajar. Jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida atau insektisida yang sesuai.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Jemur Benih

Saat benih muda sudah terlihat keluar dari polibag atau wadah lainnya, pindahkan media semai di bawah sinar matahari pagi. Benih muda sebaiknya dijemur selama kurang lebih 2 jam, lalu tempatkan kembali di bawah naungan untuk menghindari sinar matahari langsung.

Pindahkan Benih ke Pot

Bila benih sudah tumbuh setinggi 10 cm atau sudah memiliki 3—4 helai daun, pindahkan benih ke dalam pot dengan hati-hati, jangan sampai akar benih rusak. Pastikan kelembapan benih terjaga dengan menyemprotkan air ke dalam media tanam.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Teknik Jitu Memelihara Bibit Saat Urban Farming, Penasaran!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

8 Syarat Ideal Dalam Beternak Burung Puyuh, Apa Saja Itu?

Syarat Beternak Burung Puyuh

Kandang merupakan salah satu bagian penting untuk beternak puyuh sehingga pembuatan kandang harus dilakukan dengan perencanaaan yang matang. Berikut ini beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk membuat kandang puyuh yang ideal.

A. Skala Usaha

Anda harus menentukan skala usaha untuk mengetahui seberapa banyak burung puyuh yang mengisi kandang puyuh. Biasanya skala kecil akan membutuhkan populasi puyuh sebanyak 250 — 1.000 ekor, skala sedang sebanyak 1.000 — 1.500 ekor, dan skala besar lebih dari 5.000 ekor puyuh.

B. Luas Lahan

Luas lahan akan berpengaruh terhadap jumlah burung puyuh yang dapat dipelihara dan bentuk kandang. Lahan yang sempit dapat menggunakan kandang bertingkat. Namun, tingkat kandang usahakan jangan sampai empat tingkat. Berikan jarak antartingkat sebesar 30cm — 40cm dan diberi pembatas yang terbuat dari kawat kasa atau bilah bambu.

C. Letak Kandang

Tata letak kandang sebaiknya diatur dengan baik supaya kandang mendapatkan paparan sinar matahari pagi yang cukup. Sinar matahari pagi baik untuk pertumbuhan burung dan merupakan sumber vitamin D bagi puyuh yang masih berumur tiga minggu ke bawah. Bukan hanya itu, sinar matahari juga baik untuk sanitasi kandang dan mampu mengeliminasi mikroorganisme yang merugikan.

D. Luas Kandang

Luas kandang harus pas, tidak terlalu luas ataupun tidak terlalu kecil. Kandang yang terlalu besar membuat burung semakin aktif dan membuat cadangan lemak serta proteinnya lebih banyak yang terkuras. Hal tersebut akan membuat produktivitas telur menurun.

Luas kandang 1m2 dapat menampung 50 ekor puyuh berukuran 45 hari. Jika memelihara terlalu banyak akan menyebabkan kegaduhan, terutama saat pemberian pakan.

Baca Juga:
Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!
Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil
Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik

E. Bahan Kandang

Untuk membuat kandang puyuh, cukup dengan menggunakan kerangka yang terbuat dari papan dan kaso atau bambu. Dinding kandang dapat terbuat dari kawat kasa, sedangkan kisi-kisi terbuat dari bambu/kayu/anyaman bambu.

Atap dapat terbuat dari seng, genting, atau tripleks yang dilapisi plastik, dan alas kandang dapat menggunakan kawat kasa atau kisi-kisi bambu. Celah lantai jangan terlalu lebar supaya kaki burung puyuh tidak terperosok.

F. Lantai dan Alas Kandang

Bagian lantai kandang tidak boleh lembap, jadi sebaiknya dibuat dari beton supaya gampang untuk dibersihkan.

G. Kondisi Kandang

Suhu ideal untuk kandang puyuh sekitar 20—25°C sehingga untuk menjaga kestabilan suhu, Anda perlu membuat ventilasi dengan plastik atau dinding yang dapat dibuka tutup. Kelembapan ideal kandang sekitar 30—80 persen. Tingkat kelembapan yang tinggi dapat menurunkan produktivitas puyuh.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

H. Penerangan Tambahan

Penerangan harus diberikan dalam kandang pada malam hari. Penerangan akan berfungsi sebagai penghangat dan meminimalisir kejutan pada puyuh. Kejutan dapat membuat burung berkumpul dalam satu tempat dan berpotensi menimbulkan salah satu burug puyuh mati tergencet.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “8 Syarat Ideal Dalam Beternak Burung Puyuh, Apa Saja Itu?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!

 

Tips Budidaya Cabai

Ketika musim penghujan datang, banyak petani akan menanam cabai. Sebab, menanam cabai memang lebih baik dilakukan pada musim hujan. Namun, sebelum mulai menanam cabai, Anda harus perhatikan lokasi lahan yang akan digunakan karena menanam cabai di musim hujan juga memiliki rintangan besar. Simak ulasan lebih lengkap di bawah ini.

1. Lokasi Penanaman Bukan Lahan Bekas Tanaman Solonaceae

Tidak semua lahan bekas bisa digunakan untuk menanam pohon cabai di musim hujan. Lahan bekas menanam tanaman solonaceae seperti kentang, tomat, terung, dan sebagainya, tidak baik digunakan untuk menanam pohon cabai.

Lokasi bekas tanaman padi, kedelai, kacang hijau, buncis, jagung, kubis bunga, dan semangka dapat digunakan untuk menanam cabai di musim hujan. Lokasi lahan juga lebih baik jauh dari kebun cabai lainnya, kebun terung, dan kebun tomat. Hal ini untuk menghindari serangan hama dan penyakit dari tanaman lain.

2. Lokasi Harus Mendapat Penyinaran Optimal

Pohon cabai sangat membutuhkan penyinaran cahaya matahari yang baik. Oleh karena itu, penanaman cabai sebaiknya dilakukan di daerah yang terbuka dan tidak terlindung dari tanaman besar, seperti pohon kelapa, bambu, atau cengkih. Hindari lokasi yang berdekatan dengan sungai besar atau berada pada lahan cekung yang berpotensi untuk tergenang banjir saat hujan lebat.

Baca Juga:
Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil
Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung

3. Lokasi Mudah Dijangkau

Cabai merupakan tumbuhan yang harus dipelihara secara intensif sehingga aliran sarana produksi ke lahan harus mudah dan cepat agar ketika terjadi suatu masalah dalam masa perawatan dapat tertangani dengan baik. Selain itu, memudahkan petani untuk memelihara pohon secara intensif. Lokasi yang mudah dijangkau membuat ongkos produksi menjadi lebih hemat.

4. Lokasi Tanah Kebun Tidak di Tanah Liat dan Masam

Anda harus menghindari tanah grumosol dan podzlik merah kuning yang sangat liat/lengket untuk digunakan sebagai lahan perkebunan cabai. Pasalnya, tanah tersebut sangat rapat sehingga pembuangan air hujan akan sukar, terlebih saat hujan sedang terus-menerus akan menimbulkan potensi banjir.

Gunakan tanah latosol cokelat, andosol, dan jenis tanah lainnya yang mampu membuang bekas air hujan sehingga meminimalisir potensi banjir. Derajat kemasaman (pH) tanah akan memengaruhi pertumbuhan dan produksi cabai, pada musim hujan hindari tanah yang memiliki pH kurang dari 6. Derajat kemasaman yang tepat untuk cabai di musim hujan berkisar pH 6,0—6,5.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

5. Lokasi Berada di Ketinggian 200—600 mdpl

Lokasi ideal menanam cabai adalah sekitar 200—600 mdpl. Jika lokasi berada pada dataran yang cukup tinggi, pertumbuhan tanaman akan terganggu karena mudah terserang penyakit. Kabut yang turun menyelimuti tanaman akan membuat tingkat kelembapan tinggi dan mudah mengundang hama dan penyakit.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Jangan Asal Tanam, Ini 5 Tips Budidaya Cabai Saat Musim Hujan!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil

Cara Menanam Hidroponik

Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang tidak membutuhkan tanah sebagai media untuk tumbuh. Sebenarnya, teknik ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Agar teknik hidroponik Anda berhasil, perhatikan beberapa faktor penting berikut.

Cahaya

Tanaman yang ditanam secara hidroponik pada dasarnya sama dengan tanaman yang ditanam dengan cara biasa yang membutuhkan waktu pencahayaan selama 8 hingga 10 jam. Jika tempat budidaya memiliki intensitas cahaya yang rendah, penyinaran dapat dilakukan dengan lampu yang berintensitas tinggi seperti high pressure sodium lamps.

Air

Untuk mengairi tanaman pada hidroponik, hindari pemakaian air yang mengandung klorin. Air yang paling direkomendasikan untuk digunakan adalah air hujan. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan air yang difiltrasi. Kedua jenis air tersebut baik untuk hidroponik karena mengandung electrical conductivity sebanyak 15—60.

Suhu

Suhu yang baik untuk tanaman adalah yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah.

Baca Juga:
Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif

Udara

Udara yang dibutuhkan untuk teknik hidroponik berkisar 6 ppm oksigen terlarut atau Dissolved oxygen. Untuk menjaga kandungan oksigen dalam air, Anda dapar menggunakan pompa air dan kerikil akuarium untuk aerasi air dan melarutkan nutrisi.

Tingkat pH

Kadar keasaman yang ideal untuk teknik hidroponik antara 5,8 hingga 6,8. pH merupakan faktor yang sangat penting untuk keberlangsungan tumbuhan. Jika kadar pH di bawah kisaran standar pH optimal, tanaman tidak akan menyerap nutrisi yang terlarut. Meskipun ukuran keasaman pH masing-masing tanaman berbeda, umumnya kisaran pH yang normal antara 5,8—6,8.

Pengukuran tingkat pH wajib dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. pH sangat bergantung pada kadar suhu, evaporasi, dan pencahayaan. Untuk melakukan pengukuran tingkat pH, Anda dapat menggunakan kertas litmus. Meskipun hasil yang diberikan tidak terlalu presisi, kertas litmus mampu menggambarkan kisaran pH air.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Jika pH terlalu tinggi, Anda dapat menggunakan larutan yang bersifat asam seperti asam nitrit, vinegar, atau asam citrus untuk menurunkan kadar pH. Sebaliknya, jika ingin meningkatkan pH, Anda dapat menggunakan Potassium hydroxide.

Nutrisi

Pupuk yang digunakan tumbuhan hidroponik sangat berbeda dengan pupuk untuk tanaman yang ditanam di tanah. Pupuk yang digunakan harus memiliki sifat mudah larut dalam air dan tidak menyisakan sedimen. Penggantian air secara rutin sangat dianjurkan untuk mendapatkan pertumbuhan yang normal.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Perhatikan Faktor Penting Ini, Dijamin Budidaya Hidroponik Anda Berhasil” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik

Aquaponik Kuy

Kelebihan atau keunggulan dari akuaponik memang terletak pada produk yang dipanen bisa berupa dua jenis komoditas pangan, yaitu sayuran dan ikan. Contohnya saja, Anda bisa memanen kangkung bersamaan dengan ikan lele. Akan tetapi, seperti proses budidaya pada umumnya, memanen sayuran dan ikan akuaponik juga harus memerhatikan beberapa hal. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat panen.

Waktu Panen

Setiap jenis sayuran mempunyai waktu panen yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting untuk memerhatikan jenis sayuran yang akan ditanam. Apabila sayuran dipanen ketika sudah berumur tua, sayuran sudah tak enak untuk dikonsumsi karena sayuran akan menjadi keras. Akan tetapi, bila tanaman dipanen ketika masih muda, ukuran sayuran akan lebih kecil karena pertumbuhannya belum maksimal.

Panen akan lebih baik bila dilaksanakan pada pagi hari ketika kondisi sayuran masih segar. Perkiraan panen jenis sayuran yang umumnya dipakai dalam akuaponik sebagai berikut.

* Caisin 12 hari
* Bayam hijau 14 hari
* Kangkung 14 hari
* Pakcoy green 19 hari

Baca Juga:
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada

Cara panen

Untuk memulai cara panen Akuaponik bisa Anda laksanakan dengan cara mencabut sayuran dari netpot, kemudian letakkan netpot pada bak. Dan selanjutnya, letakkan sayuran pada keranjang dengan posisi vertikal. Pastikan sayuran tak ditumpuk secara padat supaya kondisi fisik sayuran tak ada yang patah akibat tertekan.

Sesudah sayuran terkumpul, sayuran disortir untuk dipisahkan dari sayuran yang rusak dan beberapa kotoran yang menempel pada sayuran. Apabila sayuran akan dijual ke pasar, rockwool dan akar lebih baiknya jangan dicabut. Hal itu bertujuan sebagai identitas bahwa tanaman ditanam secara hidroponik.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Panen Ikan

Tentunya panen ikan akan memerlukan waktu yang lebih lama daripada panen sayuran. Panen ikan baru bisa dilaksanakan sesudah mengerjakan panen sayuran beberapa kali. Ikan yang dipanen dapat terlihat dari bobot yang optimal dan mempunyai kondisi fisik yang sehat. Untuk lele, umumnya akan dipanen ketika sudah berbobot 7—8 ekor per kg, ikan nila 4 ekor per kg, dan ikan patin 2 ekor per kg.

Cara memanen yang dilaksanakan untuk seluruh ikan yang ada di dalam kolam bisa dilaksanakan dengan cara pengosongan air pada bak. Akan tetapi, bila hanya sebagian tak perlu mengerjakan pengosongan air. Proses panen harus dilaksanakan secara hati-hati, supaya ikan yang dipanen akan tetap hidup.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung

Sistem Hidroponik

Terdapat banyak jenis sistem hidroponik yang bisa Anda terapkan. Dua di antaranya sistem sumbu dan sistem rakit apung. Tentu saja keduanya mempunyai keuntungan dan kelemahan masing-masing. Kenali penggunaan keduanya supaya Anda bisa membudidayakan tanaman secara hidroponik dengan lebih maksimal.

Tak hanya kedua sistem tersebut, ada banyak sistem hidroponik lain yang tak kalah populer. Sistem tersebut yaitu pasang surut air, sistem tetes, dan nutrient film technique. Keunggulan dan kelemahannya bisa Anda temukan di buku Tanya Jawab Hidroponik yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya.

Sistem sumbu dikenal juga sebagai wick system. Keunggulan sistem ini sehingga banyak dilirik petani sayuran hidroponik yaitu sangat sederhana. Pemula sekalipun bisa menerapkannya dengan gampang. Sistem sumbu merupakan rangkaian belajar metode hidroponik yang paling gampang.

Bukan hanya itu, bahan dan alat yang digunakan pada sistem hidrponik ini termasuk murah dan mudah. Anda bisa memakai bahan sederhana seperti botol plastik yang merupakan bahan bekas.

Baca Juga:
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada
Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik

Sayangnya, sistem sumbu mempunyai beberapa kekurangan. Pertama, larutan nutrisi pada wadah penampung harus diaduk secara berkala. Anda harus mengaduknya secara manual supaya nutrisi tak mengendap di wadah.

Tak hanya itu, tanaman bisa mengalami kekurangan air dan nutrisi sesudah tumbuh berukuran besar. Tanaman ini membutuhkan air yang lebih banyak dan terkadang lebih besar daripada daya serap sumbu yang digunakan.

Sistem hidroponik kedua yang juga banyak digunakan yaitu rakit apung atau water culture system. Sistem ini mempunyai keunggulan sangat mudah dibuat. Sistemnya sangat sederhana dengan perawatan yang mudah dan praktis.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Kekurangan dari sistem rakit apung yaitu aerator harus terus menyala tanpa henti selama 24 jam. Jika aerator ini mati dalam jangka waktu tertentu, tanaman yang Anda budidayakan sangat rentan mengalami busuk akar.

Keuntungan dan kelemahan sistem hidroponik ini hendaknya menjadi pertimbangan bagi Anda dalam memilih sistem yang tepat. Sistem ini dipilih berdasarkan modal yang Anda miliki, jenis tanaman yang akan dibudidayakan, dan luasan lahan yang digunakan. Oleh karena itu, pilih dengan bijak.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif

Seorang peternak bebek berpindah   menggembala bebek piaraannya di persawahan desa Pucangrejo, Pegandon, Kendal, Jateng,

Terdapat dua metode dalam beternak bebek yang banyak dilaksanakan peternak Indonesia. Metode ini merupakan beternak secara penggembalaan dan metode kandang. Metode ini dilaksanakan berdasarkan lokasi beternak bebek, jenis bebek, dan kemampuan peternak dalam mengelola bebek tersebut.

Menggembala bebek umumnya dilaksanakan oleh peternak bebek tradisonal. Beberapa daerah yang masih melaksanakan tradisi beternak bebek dengan cara ini terdapat di pesisir pantai utara Jawa. Keunggulan dari beternak bebek dengan cara digembalakan yaitu lebih hemat biaya pakan.

Bebek bisa mencari makan sendiri di alam. Unggas ini mampu mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan, cacing, dan sebagainya. Keunggulan dari ternak bebek secara menggembala yaitu kualitas telur yang dihasilkan lebih unggul.

Metode Ternak Bebek 2

Ciri telur bebek gembala adalah bagian kuning telur bebek berwarna lebih kuning sempurna. Jenis telur seperti ini banyak diincar oleh produsen telur asin sebagai bahan baku.

Adapun kelemahan dalam metode gembala bebek yaitu terbatas pengaplikasian lahannya. Seiring berjalannya waktu, mulai sulit ditemui lahan yang bisa dipakai untuk beternak bebek. Bukan hanya itu, tenaga kerja peternak bebek juga semakin langka.

Baca Juga:
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada
Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik
Jangan Asal Budidaya, Coba Pahami Faktor Ini Dulu!

Di sisi lain, beternak bebek dengan metode kandang semakin mengalami kemajuan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan. Produktivitas bebek yang diternakkan dengan metode kandang juga lebih baik.

Bebek dengan metode ternak memakai kandang sebelumnya kurang diminati karena kualitas telur yang dihasilkan kurang baik. Sekarang, hal ini sudah bisa diatasi dengan memberikan pakan jenis tertentu. Pemberian pakan yang tepat mampu membuat bebek menghasilkan telur berkualitas unggul.

Ada tiga jenis tipe kandang yang bisa Anda terapkan untuk beternak bebek. Tipe kandang yang pertama adalah kandang pekarangan. Kandang ini merupakan tipe pekarangan yang dikelilingi pagar. Di dalamnya, bebek dipelihara dengan cara diumbar mulai dari diberi makan, minum, berenang, dan aktivitas lainnya.

Meskipun terbuka, Anda juga harus menyiapkan kandang sebagai tempat bebek berteduh dari hujan dan panas matahari. Apabila malam, kandang ini juga menjadi tempat berlindung bebek yang diternakkan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tipe kandang bebek yang kedua yaitu kandang terkurung, yakni berupa bangunan besar dengan atap dan dinding. Dinding sekeliling terbuat dari bambu dan bebek dibiarkan berkeliaran. Terdapat fasilitas seperti pakan, minum, dan kolam di dalamnya. Alas kandang ini dilapisi sekam padi.

Untuk tipe yang terakhir merupakan tipe baterai, yakni dalam satu kandang kecil ditempati 1—2 bebek. Kandang ini terbuat dari kisi bambu seperti pada ternak ayam petelur. Tidak ada kolam berenang untuk tipe kandang ini.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada

Hama & Penyakit Tanaman Selada

Salah satu diantara tantangan dalam budidaya selada yaitu adanya berbagai jenis hama dan penyakit tanaman yang menyerang. Hama dan penyakit selada ini sangatlah beragam. Akan tetapi, ada 4 jenis hama dan penyakit yang paling banyak meresahkan para petani selada. Berikut penjelasan selengkapnya.

Jangel

Jenis hama yang pertama yaitu jangel, dengan nama ilmiahnya yakni Bradybaena similaris ferussac. Hama ini mempunyai bentuk seperti siput yang sangat kecil. Ukuran dari jangel hanya sekitar 2 cm. Hama jangel cukup berbahaya dalam menyerang tanaman ini.

Bukan hanya tanaman yang disemaikan, jangel juga menyerang tanaman yang sudah tumbuh di lahan. Tanaman dengan segala umur sangat rentan terserang jangel. Umumnya hama ini bersembunyi pada pangkal daun di bagian dalam. Serangan hama jangel bisa membuat daun berlubang. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda segera mengatasi serangan hama jika melihat adanya selada budidaya Anda yang mulai berlubang.

Tangek

Bukan hanya jangel, tangek juga merupakan musuh alami dari tanaman ini. Tangek mempunyai nama ilmiah Parmalion pupilaris humb. Sekilas, tangek mirip dengan jangel. Hanya saja, tangek tak mempunyai rumah siput seperti jangel.

Baca Juga:
Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik
Jangan Asal Budidaya, Coba Pahami Faktor Ini Dulu!
Mau Bertanam Metode Roof Garden, Coba Pahami 3 Ciri Tanaman Ini Dulu!

Serangan hama tangek bisa dideteksi dari adanya lubang pada daun tangek. Pada musim kemarau, serangan tangek akan lebih berbahaya ketimbang di musim hujan. Serangan tangek bisa mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas selada yang Anda budidayakan.

Busuk Lunak

Busuk lunak dikenal juga sebagai soft rot. Penyakit tanaman selada ini diakibatkan oleh bakteri Erwinia carotovara. Bagian yang diserang oleh bakteri ini adalah bagian daunnya. Serangan akan mulai tampak pertama-tama pada bagian tepi daun. Ciri utama busuk lunak diawali dengan warna daun menjadi cokelat. Kemudian, daun akan mengalami pelayuan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Bukan hanya menyerang selada yang masih tumbuh di lahan, penyakit busuk lunak juga bisa menyerang selada yang sudah siap diangkut ke pasar. Oleh karena itu, pastikan kembali tanaman yang hendak Anda panen dalam keadaan prima dan optimal.

Busuk Pangkal Daun

Dan yang terakhir yakni ada penyakit busuk pangkal daun yang mengincar tanaman selada milik Anda. Penyebab utama penyakit busuk pangkal daun adalah Felicularia filamentosa. Sama seperti namanya, bagian utama yang diserang oleh penyakit ini yaitu bagian pangkal daun. Anda harus waspada karena penyerangan biasanya terjadi menjelang masa panen.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3